WCCE 2026 Diluncurkan, Indonesia Siapkan Jakarta Vision untuk Dorong Ekonomi Kreatif Global

Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, memberi sambutan dalam acara peluncuran The 5th World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 di Autograph Tower, Jakarta, Rabu (6/5/2026).

SALINDIA.ID – Jakarta, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) resmi meluncurkan The 5th World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 sebagai langkah memperkuat posisi ekonomi kreatif sebagai motor pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus memperluas pengaruh Indonesia dalam agenda ekonomi kreatif global.

Dilansir dari keterangan resmi Kementerian Ekraf, peluncuran WCCE 2026 berlangsung di Autograph Tower, Jakarta, Rabu (6/5/2026), dan dihadiri perwakilan kementerian/lembaga, asosiasi bisnis, media, organisasi internasional, hingga negara sahabat.

Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, mengatakan WCCE bukan sekadar forum diskusi, tetapi ruang strategis untuk membangun arah kebijakan ekonomi kreatif dunia.

“WCCE sejak awal bukan hanya forum diskusi, tetapi platform untuk menyusun agenda kebijakan internasional. Fokusnya adalah memastikan ekonomi kreatif masuk dalam prioritas global dengan output yang terukur,” ujar Teuku Riefky Harsya.

Ia menjelaskan, konferensi internasional tersebut akan digelar pada 21–23 Oktober 2026 di Jakarta International Expo (JIEXPO), Kemayoran, dengan target partisipasi sekitar 80 negara. Forum ini akan mempertemukan pemerintah, pelaku industri, akademisi, investor, organisasi internasional, hingga komunitas kreatif dalam satu ekosistem kolaborasi.

Menurut Menteri Ekraf, Indonesia juga tengah menyiapkan dokumen Jakarta Vision for Creative Economy yang akan dirumuskan bersama negara peserta dan diarahkan menjadi resolusi lanjutan di Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

“Dokumen Jakarta Vision akan dirumuskan bersama negara peserta dan ditujukan untuk menjadi resolusi berikutnya di PBB, sehingga ekonomi kreatif memiliki pijakan kebijakan yang lebih kuat secara global,” katanya.

WCCE sendiri sebelumnya telah melahirkan dua resolusi PBB pada tahun 2019 dan 2023 terkait penguatan ekonomi kreatif global. Pemerintah Indonesia menilai capaian tersebut menjadi dasar penting untuk memperkuat diplomasi ekonomi kreatif ke tingkat internasional.

Kinerja ekonomi kreatif nasional juga disebut terus menunjukkan pertumbuhan positif. Pada 2024, kontribusi sektor ekonomi kreatif mencapai Rp1.611,15 triliun atau 7,28 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. Sementara pada 2025, nilai ekspor ekonomi kreatif tercatat mencapai 31,94 miliar dolar AS dengan investasi sebesar Rp183,01 triliun serta penyerapan tenaga kerja mencapai 27,4 juta orang.

Pemerintah menargetkan kontribusi ekonomi kreatif terhadap PDB nasional dapat meningkat menjadi 8,0 hingga 8,4 persen pada 2029.

WCCE 2026 mengusung tema Inclusively Creative: Collective Continuity yang menekankan kolaborasi lintas sektor melalui forum kebijakan, business matching, hingga pertemuan bilateral antarnegara.

Salah satu program utama dalam konferensi tersebut adalah Creativillage yang menjadi ruang integrasi antara pameran, kolaborasi industri, dan interaksi bisnis kreatif. Dalam platform itu juga akan hadir Screenverse dan KultKreo sebagai bagian penguatan ekosistem industri kreatif nasional.

Screenverse dirancang sebagai platform internasional yang menghubungkan industri berbasis layar seperti film, serial, gim, streaming, dan konten digital dengan kreator, studio, hingga investor global.

Sementara KultKreo difokuskan pada penguatan talenta ekonomi kreatif berbasis kekayaan intelektual atau Intellectual Property (IP), terutama di subsektor fesyen, musik, dan budaya populer.

Pelaksana Tugas Deputi Bidang Pengembangan Strategis Ekonomi Kreatif, Dian Permanasari, menambahkan bahwa WCCE juga akan memfasilitasi berbagai pertemuan bilateral dan business matching untuk mempercepat implementasi kerja sama konkret antarnegara.

“Melalui skema pertemuan antarpemerintah dan pelaku usaha, WCCE membuka ruang implementasi kerja sama yang dapat ditindaklanjuti secara langsung,” ujar Dian.

WCCE 2026 juga menjadi bagian dari rangkaian Hari Ekonomi Kreatif Nasional (Hekrafnas) yang akan mengaktivasi berbagai kegiatan ekonomi kreatif di sejumlah daerah di Indonesia.

Share :

Add New Playlist