Raker Apeksi di Banda Aceh Bahas Ketahanan Kota dan Tekanan Fiskal

Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal bersama dengan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian saat menghadiri Acara Raker Komwil I Apeksi di Kota Banda Aceh//Foto: Dok Prokopim Kota Banda Aceh

SALINDIA.ID – Banda Aceh, Rapat Kerja Komisariat Wilayah I Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia resmi digelar di Anggun Ballroom Muraya Hotel, Senin (20/4/2026), mempertemukan kepala daerah se-Sumatera untuk membahas tantangan pembangunan kota.

Forum strategis ini dibuka oleh Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas selaku Ketua Komwil I Apeksi, serta dihadiri Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, jajaran pejabat kementerian, dan para wali kota anggota Komwil I. Sebanyak 126 peserta dari 21 kota hadir bersama delegasi masing-masing.

Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal dalam sambutannya menegaskan bahwa forum ini menjadi ruang penting untuk memperkuat konsolidasi kepemimpinan kota di tengah tantangan yang semakin kompleks.

“Tema Kota Tangguh, Fiskal Kuat, Kolaborasi Erat bukan sekadar slogan, tetapi cerminan kebutuhan nyata kota-kota saat ini,” ujarnya.

Bersama Wakil Wali Kota Afdhal Khalilullah, Illiza menyampaikan bahwa kota-kota di Indonesia saat ini berada dalam fase transisi yang menuntut adaptasi cepat, mulai dari tekanan fiskal, peningkatan layanan publik, hingga percepatan transformasi digital.

Menurutnya, kolaborasi antar daerah menjadi kunci untuk menjaga keberlanjutan pembangunan, bukan lagi sekadar pilihan.

Illiza juga mengangkat pengalaman Banda Aceh saat menghadapi bencana tsunami 2004 sebagai pelajaran penting dalam membangun ketangguhan kota.

“Dari peristiwa itu kami belajar bahwa membangun kota tangguh tidak mungkin dilakukan sendiri. Kolaborasi menjadi kunci,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana membuktikan kekuatan kolaborasi mampu membawa Banda Aceh bangkit lebih kuat.

Selain itu, Pemerintah Kota Banda Aceh juga mendorong keterlibatan perempuan dalam pembangunan melalui berbagai program strategis, seperti Musyawarah Rencana Aksi Perempuan (Musrena) serta inovasi berbasis lingkungan yang melibatkan perempuan dalam pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular.

Dalam forum tersebut, isu perubahan iklim menjadi perhatian utama karena meningkatnya risiko bencana dan ketidakpastian cuaca yang dihadapi kota-kota.

Di sisi lain, Illiza juga menyoroti keterbatasan fiskal daerah sebagai tantangan klasik yang masih dihadapi.

“Belanja pegawai di banyak daerah sudah mendekati bahkan melampaui 30 persen dari APBD. Ini tentu membatasi ruang gerak kita untuk inovasi dan pembangunan,” ungkapnya.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian dalam arahannya menekankan pentingnya sinergi antar pemerintah kota dalam memperkuat ketahanan daerah, baik dari sisi fiskal maupun pembangunan.

Ia menegaskan bahwa kota sebagai pusat pertumbuhan harus mampu beradaptasi dengan cepat terhadap dinamika global, termasuk perubahan iklim dan tekanan ekonomi.

Raker Komwil I Apeksi ini menjadi momentum penting bagi para wali kota untuk menyamakan persepsi, berbagi solusi, serta merumuskan langkah bersama dalam menghadapi tantangan pembangunan ke depan.

Share :

Add New Playlist