SALINDIA.ID – Tangerang, Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menegaskan pentingnya penguatan talenta dan Intellectual Property (IP) lokal sebagai kunci mendorong ekonomi kreatif menjadi mesin pertumbuhan baru nasional.
Hal tersebut disampaikannya saat kunjungan ke Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Tangerang, Kamis (16/4/2026).
Menurut Menteri Ekraf, percepatan ekosistem ekonomi kreatif perlu dilakukan melalui kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan industri agar talenta serta IP lokal mampu berkembang hingga pasar global.
“Kita perlu kurasi bersama kampus dan asosiasi untuk memilih talenta dan IP yang paling siap, lalu kita akselerasi—dari komersialisasi, akses pembiayaan, hingga perluasan pasar nasional dan global,” ujar Menteri Ekraf.
Dalam kunjungan tersebut, Menteri Ekraf meninjau berbagai fasilitas produksi kreatif di UMN, mulai dari green screen, immersive lab, hingga studio UMN Pictures. Selain itu, ia juga berdialog dengan mahasiswa, dosen, serta pelaku industri animasi untuk membahas penguatan ekosistem dari hulu ke hilir.
Ia menegaskan bahwa Kementerian Ekraf akan berperan sebagai akselerator dalam mendorong pelaku ekonomi kreatif agar mampu naik kelas melalui kurasi dan pendampingan yang tepat sasaran.
“Kita tidak ingin berhenti di kajian. Hasil riset harus segera ditindaklanjuti menjadi aksi nyata yang dirasakan langsung oleh pelaku industri,” tegasnya.
Lebih lanjut, Kementerian Ekraf juga mendorong pembentukan tim kecil bersama UMN dan asosiasi industri untuk menghasilkan quick wins sebagai langkah konkret dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif.
Rektor UMN Andrey Andoko menyatakan kesiapan kampus dalam mendukung penguatan rantai pasok industri kreatif melalui ekosistem pendidikan berbasis teknologi dan praktik industri.
“Melalui ekosistem ini, kami memastikan talenta tidak hanya siap kerja, tetapi juga mampu berkontribusi dalam pengembangan IP lokal yang relevan dengan kebutuhan industri,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Industri Animasi Indonesia Daryl Wilson menilai industri animasi Indonesia memiliki potensi besar, terutama dengan meningkatnya permintaan global serta dominasi talenta muda.
“Kita perlu memperkuat ekosistem agar tidak hanya berbasis jasa, tetapi juga mampu melahirkan IP orisinal. Sinergi antara pemerintah, kampus, dan industri menjadi kunci agar karya Indonesia bisa bersaing di tingkat global,” jelasnya.
Kunjungan ini menegaskan komitmen Kementerian Ekraf dalam mendorong lahirnya local hero yang mampu berkembang menjadi national champion hingga menembus pasar global, sekaligus menciptakan lapangan kerja berkualitas.
Menteri Ekraf turut didampingi Deputi Bidang Kreativitas Media Cecep Rukendi serta Direktur Film, Animasi, dan Video Doni Setiawan.