Indonesia dan Turki Perkuat Kerja Sama Pendidikan Tinggi dan Teknologi

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto dengan Duta Besar Republik Turki untuk Indonesia, H.E. Talip Küçükcan di Kantor Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Senin (18/5).

SALINDIA.ID – Jakarta, Penguatan kolaborasi pendidikan tinggi, sains, teknologi, dan industri strategis menjadi fokus pembahasan dalam pertemuan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto dengan Duta Besar Republik Turki untuk Indonesia H.E. Talip Küçükcan di Kantor Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Senin (18/5/2026).

Dilansir dari keterangan resmi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, kerja sama internasional dinilai menjadi bagian penting dalam transformasi pendidikan tinggi Indonesia agar lebih adaptif terhadap tantangan global dan perkembangan teknologi masa depan.

“Kami akan melakukan berbagai penyesuaian yang diperlukan untuk memperkuat kerja sama pendidikan tinggi, termasuk pengembangan pusat studi, program riset, pembelajaran bahasa dan budaya Indonesia maupun Turki, serta penguatan kolaborasi teknologi dan inovasi,” ujar Menteri Brian.

Kerja sama tersebut merupakan tindak lanjut dari Memorandum of Understanding (MoU) antara Kemdiktisaintek RI dan Council of Higher Education of Türkiye yang telah ditandatangani pada 12 Februari 2025 di Bogor.

Kolaborasi mencakup berbagai bidang strategis seperti mobilitas mahasiswa dan dosen, riset bersama, pertukaran akademik, pengembangan program joint degree dan double degree, hingga penguatan inovasi dan teknologi.

Indonesia dan Turki juga tengah mempersiapkan pelaksanaan Joint Working Group (JWG) bidang pendidikan tinggi untuk membahas pengembangan kerja sama pada sektor prioritas, mulai dari teknologi pertanian berkelanjutan, kesehatan, teknologi pertahanan, hilirisasi sumber daya alam, manufaktur maju, digitalisasi, kecerdasan artifisial (AI), semikonduktor, energi terbarukan, hingga pengelolaan bencana dan teknologi kelautan.

Selain itu, kedua negara turut membahas peluang pembentukan pusat riset vaksin bersama, pengembangan pendidikan kedokteran, serta peningkatan jumlah dosen bergelar doktor melalui program studi lanjut di kampus-kampus Turki.

Saat ini tercatat terdapat 431 kerja sama aktif antara perguruan tinggi Indonesia dan Turki, mulai dari pertukaran mahasiswa, konferensi ilmiah, riset bersama, hingga pengembangan kurikulum.

Beberapa perguruan tinggi Indonesia yang aktif menjalin kerja sama dengan universitas di Turki di antaranya Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Airlangga, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Universitas Darussalam Gontor, dan Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma.

Duta Besar Turki Talip Küçükcan menyebut Indonesia merupakan mitra strategis penting bagi Turki dalam pengembangan pendidikan tinggi dan teknologi masa depan.

“Ketika kita berbicara tentang inovasi, pembangunan, dan teknologi, kita membutuhkan lebih banyak dosen bergelar PhD. Kita dapat bekerja sama dalam berbagai prioritas, mulai dari teknologi, kesehatan, hingga ilmu sosial,” ujar Talip Küçükcan.

Delegasi Turki juga memperkenalkan Program Teknofest, festival teknologi dan dirgantara terbesar di Turki yang melibatkan pelajar dan mahasiswa dalam pengembangan inovasi dan teknologi.

Kemdiktisaintek menilai berbagai peluang kerja sama tersebut menjadi langkah penting dalam memperkuat daya saing pendidikan tinggi Indonesia di tingkat global sekaligus mendorong lahirnya riset dan inovasi yang berdampak bagi pembangunan nasional.

Share :

Add New Playlist