SALINDIA.ID – Aceh Selatan, Forum Jurnalis Independen Aceh Selatan (FORJIAS) menggelar kegiatan Sosialisasi Jurnalistik dan Literasi Media Bagi Pelajar. Kegiatan yang bertujuan meningkatkan pemahaman media di kalangan generasi muda ini berlangsung di aula MAN 4 Aceh Selatan, Jl. Tapaktuan – Medan, Desa Simpang Empat, Kecamatan Kluet Utara.
Kepala Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 4 Aceh Selatan, Khairul Amizar, SAg, menyatakan rasa bangga dan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan Sosialisasi Jurnalistik dan Literasi Media Bagi Pelajar yang diinisiasi oleh Forum Jurnalis Independen Aceh Selatan (FORJIAS) di madrasah setempat.
Rasa bangga tersebut disampaikan Khairul Amizar melihat antusiasme para siswa dalam menyerap ilmu jurnalistik langsung dari para praktisi media. Menurutnya, kehadiran para jurnalis ke sekolah memberikan warna baru dalam proses pembelajaran di luar kelas.
“Kami merasa sangat bangga dan berterima kasih kepada FORJIAS. Ini adalah kesempatan langka bagi siswa kami untuk belajar langsung dari ahlinya tentang bagaimana informasi diolah dan dipublikasikan secara benar,” ungkap Khairul Amizar, Sabtu (9/5/2026).
Ia juga mengatakan, pelatihan jurnalistik bertujuan agar siswa mengenal ilmu dasar tentang jurnalistik dan literasi. Bagi siswa, ini sangat penting sebagai bekal dalam menyaring informasi dan mengembangkan kemampuan menulis.
Sementara itu, Ketua FORJIAS, Safdar S, menekankan pentingnya kecakapan literasi di tengah gempuran informasi di jagat maya. Ia mengingatkan para pelajar untuk tidak sekadar menjadi konsumen konten, tetapi juga menjadi pengguna media yang kritis.
“Di era digital yang serba cepat ini, pelajar perlu sangat bijak dalam menggunakan media sosial. Jangan mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu kebenarannya (hoaks), dan gunakanlah platform digital untuk hal-hal yang produktif,” tegas Safdar.
Dalam sesi tersebut, Safdar juga memaparkan bahwa jurnalistik bukan sekadar kegiatan menulis, melainkan proses intelektual yang menuntut ketelitian dan kejujuran. Ia membekali para siswa dengan teknik dasar pencarian berita agar mereka mampu memahami struktur informasi yang sehat.
“Siswa perlu memahami elemen dasar seperti 5W+1H (What, Who, Where, When, Why, dan How). Dengan menguasai konsep ini, siswa tidak hanya mampu menyusun tulisan yang sistematis, tetapi juga lebih kritis dalam membedakan mana berita yang faktual dan mana yang sekadar opini atau kabar burung,” ungkap Safdar di hadapan para peserta.
Selain teknik penulisan, Safdar juga menjelaskan pentingnya verifikasi informasi sebelum disebarluaskan. Menurutnya, pemahaman jurnalistik adalah benteng utama bagi pelajar agar tidak terjebak dalam penyebaran informasi palsu atau hoaks yang marak di media sosial.
“Kami ingin adik-adik di MAN 4 Aceh Selatan memiliki sense of news atau kepekaan terhadap informasi. Dengan ilmu dasar ini, kalian bisa belajar menyampaikan fakta secara objektif dan bertanggung jawab,” tambahnya.
Kegiatan sosialisasi ini diikuti dengan antusias oleh para siswa. Selain mendapatkan materi teori dasar penulisan berita, peserta juga dibekali pemahaman mengenai kode etik jurnalistik dan cara membedakan produk pers dengan konten media sosial biasa.
Diharapkan, melalui kegiatan ini, para pelajar di Aceh Selatan, khususnya di MAN 4 Aceh Selatan, mampu menjadi pelopor literasi digital di lingkungan sekolah maupun masyarakat luas.