Sinergi Kementerian Ekraf–Tokopedia Perkuat Kapasitas Pegiat Ekraf Daerah

Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menerima audiensi dari Tiktok Tokopedia di Kantor Kementerian Ekonomi Kreatif, Jakarta, Selasa (28/4/2026).

SALINDIA.ID – Jakarta, Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) menjalin kolaborasi bersama TikTok Shop dan Tokopedia dalam mendorong percepatan transformasi digital pelaku usaha melalui program Waktunya STARt x GENMATIC: Generasi Melek Teknologi. Kegiatan ini diikuti 1.200 UMKM dari berbagai daerah di Indonesia.

Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menegaskan bahwa kolaborasi dengan platform digital tersebut sejalan dengan misi pemerintah dalam membangun fondasi ekonomi kreatif yang inklusif dan merata.

“Misi dari TikTok dan Tokopedia selaras dengan yang selama ini kita perjuangkan. Kita ingin memastikan ekonomi kreatif menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional yang dimulai dari daerah, tidak hanya berpusat di kota besar,” ujarnya di Jakarta, Selasa (28/4).

Ia menambahkan, program ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memperluas akses serta meningkatkan kapasitas pelaku ekonomi kreatif melalui pemanfaatan teknologi digital dan ekosistem social commerce.

“Kita tidak hanya memikirkan kota besar, tetapi bagaimana kreator, afiliator, dan pelaku usaha di berbagai daerah bisa tumbuh bersama melalui orkestrasi yang merata, termasuk di luar Jawa,” tegasnya.

Senior Director Tokopedia (TikTok Shop), Vonny Susamto, menjelaskan bahwa kolaborasi ini hadir untuk menjawab tantangan nyata yang dihadapi pelaku usaha lokal, mulai dari kesenjangan literasi digital hingga keterbatasan akses pasar.

“Local Business Empowerment hadir untuk menjawab berbagai tantangan tersebut. Kami berkomitmen membangun ekosistem yang tidak hanya berdampak jangka pendek, tetapi juga berkelanjutan,” ungkapnya.

Melalui inisiatif Local Business Empowerment (LBE), TikTok dan Tokopedia mengusung tiga pilar utama. Pilar pertama, Waktunya STARt, berfokus pada penguatan kapasitas melalui pelatihan berkelanjutan bagi UMKM dan kreator yang telah menjangkau berbagai wilayah di Indonesia dengan dukungan 12 pemerintah daerah.

Secara nasional, program ini telah menjangkau lebih dari 3.500 UMKM dan afiliator, serta sekitar 3.000 pelajar dan mahasiswa. Lebih dari 100 trainer tersertifikasi turut berkontribusi dalam mengedukasi hingga 45.000 penjual dalam ekosistem digital.

Pilar kedua, Beli Lokal, diarahkan untuk meningkatkan eksposur dan daya saing produk dalam negeri melalui kurasi dan kampanye berkelanjutan. Hingga kini, lebih dari 20.221 toko telah bergabung dengan peningkatan penjualan mencapai 58 persen.

Sementara itu, pilar ketiga, Lokal Mendunia, difokuskan pada akselerasi ekspansi brand Indonesia ke pasar global. Lebih dari 50 brand telah masuk dalam pipeline pengembangan internasional, dengan sebagian mulai menembus pasar Asia Tenggara.

Head of Public Policy & Government Relations TikTok & Tokopedia–TikTok Shop, Hilmi Adrianto, menekankan bahwa kekuatan ekosistem digital mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif secara signifikan.

“Dengan lebih dari 160 juta pengguna TikTok di Indonesia serta tingginya volume konten yang diproduksi setiap menit, platform ini menjadi ruang strategis bagi pelaku usaha untuk mengakselerasi promosi sekaligus transaksi,” jelasnya.

Pertemuan tersebut juga membahas penguatan inovasi layanan, termasuk pengembangan TikTok Shop sebagai discovery e-commerce dan TikTok Go yang memperluas konektivitas dengan bisnis lokal di sektor jasa dan pariwisata.

Turut mendampingi Menteri Ekonomi Kreatif dalam audiensi tersebut Deputi Bidang Digital dan Teknologi Muhammad Neil El Himan, Direktur Konten Digital Yuana Rochma Astuti, serta Tenaga Ahli Bidang Isu Media dan Opini Publik Hasbil Mustaqim Lubis.

Share :

Add New Playlist