SALINDIA.ID – Jakarta, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) menjajaki peluang kolaborasi strategis dengan Arab Saudi dalam pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya dan inovasi.
Pertemuan bilateral tersebut dipimpin Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya bersama Menteri Kebudayaan Arab Saudi Badr bin Abdullah bin Farhan Al Saud di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, Selasa (14/4/2026).
Dalam pertemuan itu, Menteri Ekraf menekankan bahwa hubungan Indonesia dan Arab Saudi tidak hanya terjalin melalui diplomasi formal, tetapi juga didasari nilai spiritual, sejarah, serta interaksi masyarakat yang kuat.
“Merupakan suatu kehormatan besar bagi kami untuk menyambut Yang Mulia Pangeran beserta delegasi di Jakarta. Hubungan Indonesia dan Kerajaan Arab Saudi melampaui diplomasi formal, berakar pada nilai spiritual, sejarah bersama, serta persaudaraan yang telah terjalin lintas generasi,” ujar Menteri Ekraf.
Ia menambahkan bahwa ekonomi kreatif menjadi sektor strategis yang diandalkan kedua negara dalam mendorong pertumbuhan berkelanjutan.
“Ekonomi kreatif bukan sekadar sektor pendukung, tetapi menjadi penggerak masa depan. Kami percaya bahwa perpaduan warisan budaya dan inovasi akan menciptakan dampak ekonomi yang berkelanjutan bagi kedua negara,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, sejumlah peluang kerja sama strategis turut dibahas, antara lain partisipasi dalam World Expo, penguatan ekosistem haji dan umrah melalui produk kreatif, pertukaran talenta dan teknologi, perlindungan kekayaan intelektual, hingga kolaborasi dalam Konferensi Dunia Ekonomi Kreatif 2026 di Jakarta.
Sementara itu, Menteri Kebudayaan Arab Saudi menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan serta menegaskan komitmen untuk memperluas kerja sama lintas sektor kreatif.
“Kami menantikan penguatan kolaborasi di berbagai bidang, termasuk Expo, haji, gim, dan kekayaan intelektual. Kami juga menyambut undangan untuk berpartisipasi dalam forum global yang akan diselenggarakan di Jakarta,” ujarnya.
Ia juga menyoroti potensi kerja sama di sektor film, fesyen, dan pengembangan talenta, termasuk peluang insentif produksi film serta program pendidikan melalui institusi seni di Arab Saudi.
“Di sektor film, Arab Saudi tengah mengembangkan industri secara menyeluruh, dari produksi hingga distribusi, dengan berbagai dukungan dana. Kami membuka peluang kerja sama produksi film serta insentif hingga 60–65% biaya produksi. Dalam bidang kekayaan intelektual, Arab Saudi telah membentuk otoritas khusus untuk mendukung industri kreatif. Program “Saudi 100 Brands” menjadi akselerator bagi desainer lokal, Inisiatif fesyen berkelanjutan juga dikembangkan, termasuk ihram ramah lingkungan,” tambahnya.
Kerja sama ini diharapkan mampu memperkuat posisi Indonesia dan Arab Saudi sebagai mitra strategis dalam pengembangan ekonomi kreatif global.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Faisal Abdullah H. Amodi, Asisten Menteri Kebudayaan Rakan Ibrahim Altouq, serta Manajer Umum Kolaborasi Internasional Abdullah Mohammed Alraddadi.
Menteri Ekraf turut didampingi pejabat eselon I dan II di lingkungan Kementerian Ekraf.