SALINDIA.ID – Aceh Selatan, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Aceh Selatan terus berkomitmen membenahi wajah permukiman di Kabupaten setempat, Kamis (5/3/2026).
Sepanjang Tahun Anggaran (TA) 2025, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Aceh Selatan mencatat realisasi pelaksanaan program mencapai 93,59 persen dari total 110 paket pekerjaan yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).
Capaian itu tertuang dalam dokumen “Rekam Jejak Kegiatan Fisik APBD 2025” yang dirilis awal Januari 2026. Laporan tersebut menjadi wujud transparansi sekaligus pertanggungjawaban publik atas pengelolaan anggaran sektor perumahan dan kawasan permukiman.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perkim Aceh Selatan, Renol Riandy, mengungkapkan total anggaran yang dikelola pihaknya sepanjang 2025 mencapai Rp14,49 miliar lebih.
“Secara umum, pelaksanaan seluruh paket pekerjaan telah berjalan sesuai rencana. Capaian 93,59 persen ini merupakan hasil kerja keras tim dan dukungan berbagai pihak,” kata Renol.
Berdasarkan tabel capaian output, sejumlah program fisik yang direalisasikan meliputi, Pembangunan dan rehabilitasi 18 unit rumah korban bencana, Rehabilitasi 28 unit rumah tidak layak huni dan Pembangunan jalan lingkungan sepanjang 6.143,60 meter.
Kemudian Pembangunan dan normalisasi saluran/drainase lingkungan sepanjang ribuan meter, Pengerasan dan penimbunan jalan lingkungan, Pembangunan talud atau dinding penahan, Pembangunan pagar serta RTH/TPU dan Pemasangan paving block seluas 338,62 meter persegi.
Menurut Renol, orientasi pembangunan tidak semata pada besaran serapan anggaran, melainkan dampak langsung terhadap kualitas hidup masyarakat.
“Kami ingin memastikan setiap rupiah yang dibelanjakan memberi manfaat nyata, baik dalam bentuk hunian layak, lingkungan yang tertata, maupun infrastruktur dasar yang menunjang aktivitas warga,” katanya.
Di balik capaian tersebut, Perkim Aceh Selatan mengakui masih menghadapi sejumlah kendala. Faktor cuaca, tantangan teknis di lapangan, hingga keterbatasan sumber daya menjadi bagian dari dinamika pelaksanaan proyek. Renol menegaskan pihaknya terbuka terhadap kritik dan masukan sebagai bahan evaluasi.
“Kami menyadari masih ada kekurangan. Karena itu, kritik dan saran konstruktif sangat kami harapkan untuk perbaikan ke depan,” ujarnya.
Ia memastikan komitmen peningkatan kualitas perencanaan, pengawasan, dan pengendalian pekerjaan akan terus diperkuat agar pembangunan lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.
Renol menekankan bahwa keberhasilan pembangunan tidak bisa berdiri sendiri. Dukungan masyarakat menjadi energi penting dalam mendorong percepatan pembangunan kawasan permukiman.
“Pembangunan tidak bisa berjalan sendiri. Perlu sinergi antara pemerintah dan masyarakat. Dengan kebersamaan, kita optimistis Aceh Selatan akan semakin maju dan produktif,” ucapnya.
Rekam jejak pembangunan 2025 ini diharapkan menjadi pijakan kuat dalam penyusunan program tahun berikutnya, sekaligus mempertegas komitmen Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan menghadirkan pembangunan yang merata dan berkeadilan.
“Dengan kolaborasi yang solid, Aceh Selatan menatap masa depan dengan optimisme, menuju daerah yang lebih tertata, nyaman dihuni, semakin maju dan produktif,” pungkas Renol.