Para Tokoh Penerima SMSI Aceh Award Hingga Kini Terus Bersinar

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian berfoto bersama Forkopimda Aceh usai melantik Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, Bustami Hamzah, sebagai Penjabat Gubernur Aceh. Rabu (13/3/2024). (Foto: MC Banda Aceh)

SALINDIA.ID – Banda Aceh, Sederet tokoh yang sebelumnya telah menerima penghargaan dari Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Aceh Award kini semakin menonjol dalam berbagai bidang pemerintahan dan sosial di Aceh.

Pada tahun 2023, Bustami Hamzah, Sekretaris Daerah Aceh, telah diakui sebagai Birokrat Berdedikasi dan Berintegritas oleh SMSI Aceh, karena pemahamannya terhadap dinamika Tanah Serambi Mekah. Kini ia siap mengemban tugas sebagai Penjabat Gubernur Aceh, membawa harapan baru bagi kemajuan daerah.

Pada Rabu (13/3/2024), Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian secara resmi melantik Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, Bustami Hamzah, sebagai Penjabat (Pj.) Gubernur Aceh, menggantikan Achmad Marzuki.

Tidak hanya Bustami, Zulfadhli, penerima SMSI Award lainnya, juga telah menjabat sebagai Ketua DPR Aceh. Dia dikenal sebagai tokoh yang mendorong pembangunan di daerahnya. Saat ini, Caleg dari partai Aceh ini juga melanjutkan perjalanan politiknya dengan meraih suara terbanyak di Dapil 3 Bireuen dengan perolehan 10.568 suara.

“Saya sangat gembira atas penghargaan ini karena tidak semua orang bisa mendapatkannya,” ujar Zulfadhli.

Demikian pula Ali Basrah, yang diproyeksikan akan memegang kursi Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) dari Daerah Pemilihan 8, yang mencakup wilayah Aceh Tenggara. Sebelumnya, ia telah diakui oleh SMSI Aceh Award sebagai Tokoh Penggerak Pembangunan Daerah Pemilihan.

Farid Nyak Umar, Ketua DPRK Banda Aceh, yang meraih penghargaan sebagai tokoh Penggerak Sosial dan Budaya, terus memimpin dengan meraih kursi DPRK dan memperoleh suara terbanyak di Dapil 2 dengan total suara 2.536.

“Penghargaan ini akan memperkuat kredibilitas saya saat berkampanye, dan membantu untuk mendapatkan dukungan masyarakat terhadap visi dan misi saya,” tutur Ketua DPRK Banda Aceh itu saat menghadiri perayaan HUT SMSI ketujuh di Banda Aceh, beberapa waktu lalu.

Selain itu, Azwardi Abdullah, yang sebelumnya menjabat sebagai Pj. Bupati Aceh Utara dan diakui oleh SMSI Aceh sebagai Kepala Daerah Penggerak Pembangunan, kini bertanggung jawab sebagai Asisten Pemerintahan, Keistimewaan Aceh, dan Kesejahteraan Rakyat di Sekretariat Daerah Aceh. Peran barunya itu diharapkan dapat membawa dampak positif bagi masyarakat Aceh.

Di sisi lain, beberapa Pj. Bupati di Aceh juga telah mendapatkan perpanjangan masa kepemimpinannya. Di antaranya adalah Pj. Bupati Aceh Besar, Muhammad Iswanto, yang sebelumnya dihargai karena kepeduliannya terhadap ketahanan pangan dan kesejahteraan petani.

Ada pula Ir. Wahyudi Adisiswanto, Pj. Bupati Pidie yang dikenal sebagai tokoh rekonsiliasi dan pembangunan, yang hingga kini terus berkontribusi dalam memajukan daerah.

Begitu juga Mahdi Effendi, Pj. Bupati Aceh Barat. Ia sebelumnya pernah mendapat penghargaan sebagai sosok inspiratif dalam menekan inflasi, dan telah berhasil membawa Aceh Barat menuju arah deflasi.

Hal yang sama juga berlaku bagi T. Mirzuan, Pj. Bupati Aceh Tengah, yang diakui sebagai Kepala Daerah Penggerak Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Ketua SMSI Aceh Aldin NL mengatakan kesuksesan para tokoh penerima SMSI Aceh Award itu menunjukkan peran mereka yang semakin meningkat dalam pemerintahan dan masyarakat. Penghargaan tersebut tidak hanya sekadar simbol, tapi juga pengakuan atas dedikasi dan kontribusi nyata mereka terhadap pembangunan Aceh.

“Penghargaan yang diterima oleh para tokoh tersebut merupakan hasil dari banyak penelitian dan kesuksesan yang telah mereka capai. SMSI Aceh Award diharapkan dapat menjadi pendorong bagi para penerima untuk terus berkarya lebih baik dalam mengemban tanggung jawab mereka,” tutur Aldin NL, Rabu (13/3/2024). (MC 05)

Share :

Add New Playlist