Pasca Banjir Bandang, Jaringan Infrastruktur dan Ekonomi Masyarakat Lumpuh Total di Trumon Raya, Aceh Selatan

Foto : Dok. Istimewa

SALINDIA.ID РAceh Selatan, Banjir Bandang yang melanda kabupaten Aceh Selatan, tepatnya di Trumon Raya mengakibatkan jaringan infrastruktur dan ekonomi masyarakat lumpuh total.

Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Selatan, H.Zainal A, SE, M.Si melalui Kabid Rehabilitasi dan Rekontruksi, Yuliadi ST, mengatakan 11 hari pasca banjir bandang yang melanda Gampong Ladang Rimba, Kecamatan Trumon Tengah, Kabupaten setempat menyebabkan Jaringan Infrastruktur dan Ekonomi masyarakat untuk saat ini lumpuh total.

“Saat ini jaringan infrastruktur dan ekonomi masyarakat di Trumon Raya lumpur total akibat banjir bandang yang melanda,” kata Yuliadi di Aceh Selatan.

Foto : Dok. Istimewa

Ia menjelaskan adapun jaringan Infrastruktur yang rusak berat yakni Irigasi, Sekolah, jalan, permukiman warga, Air bersih dan Sanitasi.

“Untuk kerugian pasca banjir bandang yang melanda kabupaten Aceh Selatan mencapai ratusan miliar rupiah,” ujarnya.

Sementara itu, penanganan perumahan sampai hari ini baru bisa kita laksanakan pada lintasan jalan nasional agar memudahkan akses perjalanan yang menghubungkan beberapa Kabupaten.

Ia menambahkan upaya yang dilakukan Pemkab Aceh Selatan kedepannya yakni membuat proteksi terhadap antisipasi banjir bandang susulan dengan cara melakukan proteksi mengalihkan material lumpur kedua bagian, satu ke wilayah barat dan satu lagi ke timur.

Namun sampai hari ini, pada wilayah permukiman ada berkisar antara 80 hingga 120 centimeter ketebalan sendimen longsor, kalau diupayakan penanganan pembersihan mungkin membutuhkan waktu yang cukup lama.

“Sementara bila dibiarkan saja dan tidak kita protek maka akan terjadi lucuran material baru yang mengakibatkan bencana yang terjadi kedepan akan lebih besar,” Kata Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Aceh Selatan.

Ia mengatakan dari Kabupaten Aceh Selatan membutuhkan biaya yang besar untuk melakukan upaya tersebut, sehingga Ia berharap kepada Pemerintah Aceh dan Pusat agar bisa meluangkan waktu atau berperan untuk melakukan penanganan, sehingga proteksi dimungkinkan bencana susulan bisa kita hindari.

“Upaya-upaya itu adalah untuk membuat kanal atau galian di sekitar pemukiman warga, lebih kurang dari sisi kanan 530 meter dan sisi kirinya untuk mengarahkan material lumpur akibat bandang lebih kurang satu kilo 30 meter,” katanya.

Selain itu, Berdasarkan Data sementara yang dihimpun Salindia.id, Sabtu (2/12/2023) dari posko bencana banjir BPBD Aceh Selatan yang bermarkas di halaman kantor camat Trumon Tengah yakni sebanyak 3.099 warga mengungsi.

“Sementara untuk warga yang terdampak di Gampong Ladang Rimba, Pulo Paya dan Krueng Bate, Kecamatan Trumon Tengah sebanyak 2.573 jiwa dari 646 Kepala Keluarga,” kata Yuliadi ST.

Selain itu, Sebanyak 453 unit rumah terdampak banjir bandang serta 23 fasilitas umum rusak.

“Untuk ketegori rumah rusak berat berjumlah 179, rusak sedang 260 unit dan rusak ringan 4 unit,” pungkas Yuliadi ST.

Share :

Related Posts

Add New Playlist