USK Luncurkan Program Indonesia Berias

Foto : Dok. Istimewa

SALINDIA.ID – Banda Aceh, Universitas Syiah melalui Program Studi Neurologi Fakultas Kedokteran meluncurkan program Indonesia Bebas Nyeri dan Bebas Disabilitas (Berias) sebagai upaya untuk mewujudkan kehidupan masyarakat yang bebas nyeri dan disabilitas.

Program ini diluncurkan secara resmi oleh Wakil Rektor Bidang Akademik USK Prof. Dr. Ir. Agussabti, M.Si di Gedung AAC Dayan Dawood, Banda Aceh, Minggu (29/10/2023).

Program Indonesia Berhias merupakan bagian dari kegiatan peringatan Milad USK yang ke 62 tahun ini. Dalam kegiatan tersebut, USK memberikan screening kesehatan secara gratis kepada 200 peserta.

Ketua Panitia Indonesia Berias Prof. Dr. dr. Dessy Rahmawati Emril, Sp.S(K) mengatakan, USK memberikan perhatian serius terhadap persoalan nyeri sebab nyeri berpotensi menurunkan produktivitas bahkan sampai kecacatan. Untuk itulah, perlu ada gerakan bersama untuk memberikan edukasi kepada masyarakat terhadap persoalan nyeri ini.

Karena itulah, USK dengan bangga meluncurkan program Indonesia Berhias. Program ini sengaja diluncurkan dari institusi pendidikan karena USK berkeyakinan staf pengajar dan tenaga pendidik adalah pelaku edukasi terbaik kepada masyarakat.

“Jadi kita menginisiasinya mulai dari institusi pendidikan. Harapannya, institusi pendidikan lainnya bisa melakukan hal yang sama sehingga Indonesia bebas nyeri dan disabilitas,” ucapnya,

Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Kedokteran USK Dr. Safrizal Rahman, M.Kes.,SpOT mengatakan nyeri tidaklah identik dengan usia. Karena banyak generasi muda yang sudah mulai merasakan nyeri.

Dirinya menilai, biasanya hal ini terjadi karena adanya kebiasaan hidup yang dilakukan terus-menerus, sehingga merusak struktur anatomi maupun fisiologi tubuh. Oleh sebab itu, dirinya sangat mengapresiasi program Indonesia Berhias yang digagas oleh Tim Pokja Nyeri ini.

“Terima kasih satu segmen telah terpenuhi. Mudah-mudahan segmen lainnya bagaimana kita bisa mengubah pola hidup dan mewujudkan harapan hidup yang lebih panjang, dapat menjadi tantangan bagi FK maupun rumpun kesehatan lainnya untuk terlibat mewujudkannya,” ucap dr. Safrizal.

Selanjutnya, Prof. Agussabti turut memberikan apresiasi atas lahirnya program Indonesia Berhias ini. Karena dirinya menilai, selama ini banyak masyarakat merasa nyeri bisa sembuh sendiri. Padahal nyeri adalah indikator hidup yang sehat, karena itulah persoalan nyeri tidak boleh dibiarkan begitu saja.

Oleh sebab itu, pimpinan universitas akan memberi dukungan penuh terhadap program yang mampu mendorong meningkatnya kualitas kesehatan bagi masyarakat ini.

“InsyaAllah, kami tentunya mendukung kegiatan-kegiatan USK yang bertujuan untuk mempelopori hidup sehat. Serta melahirkan SDM yang tidak hanya punya kapasitas, tapi SDM yang punya kualitas kesehatan,” ucapnya. (MC 07)

Sumber Berita : InfoPublik.Id

Share :

Add New Playlist