Tiga Kecamatan di Aceh Utara Terendam Banjir

Tiga kecamatan di Aceh Utara terendam bajir akibat luapan Krueng Keureuto pasca diguyur hujan dengan intensitas tinggi sejak beberapa hari terakhir.

SALINDIA.ID – Aceh Utara, Tiga kecamatan di Aceh Utara terendam bajir akibat luapan Krueng Keureuto pasca diguyur hujan dengan intensitas tinggi sejak beberapa hari terakhir.

Informasi dihimpun, ketiga kecamatan terendam banjir yakni; Matangkukli, Tanah Luas, dan Kecamatan Pirak Timu, Jumat (6/10/2023).

Adapun sejumlah desa di Matangkuli yang terendam banjir yakni Tanjong Haji Muda, Lawang, Siren, Menye Pirak, Pante Pirak, Ceubrek Pirak, Leubok Pirak, Alue Thoe, Hagu, Punti Matangkuli dan Tanjong Tgk Ali.

Di Kecamatan Tanah Luas hanya Desa Rayeuk Kuta. Sementara Kecamatan Pirak Timur yaitu Desa Rayeuk Pange.

Camat Pirak Timu, Zukhirullah, menyebutkan musibah banjir melanda di lima gampong yaitu Gampong Rayeuk Pange dengan jumlah kepala keluarga sebanyak 154 KK atau 522 jiwa.

Kemudian, Gampong Krueng terdampak kepada 36 KK atau 147 jiwa. Lalu Gampong Matang Keh (97 KK) 587 jiwa. Gampong Leupe (97 KK) 487 jiwa dan Gampong Bungong (87 KK) atau 285 jiwa.

“Musibah banjir Kecamatan Pirak Timu, akibat meluapnya air sungai Krueng Keureuto dan krueng Pirak. Sebagian pemukiman warga tidak bisa dilewati dengan karena ketinggian air kurang lebih 30 s/d 50 cm, “kata camat via telepon selular.

Dia menambahkan, kondisi debit air hingga pukul 15.10 WIB sedang naik. “Kita sudah juga melapor kepada pak Bupati, pungkasnya.

Sementara itu, dari Kecamatan Matangkuli beberapa warga yang dihbungi juga menyebutkan mendapat imbas banjir. “Iya Pak, Saat ini kami juga sudah banjir,” kata Nisa warga Matangkuli.

Muhammad Zulfadli warga lainnya menyebutkan, air mulai masuk ke permukiman warga sekitar pukul 00.00 WIB dini hari. Ketinggian air dalam rumah warga bervariasi sekitar 50 sentimeter hingga 1,5 meter.

“Kami langganan banjir, setahun bisa belasan kali banjir,” terangnya.

Untuk itu, dia meminta Pj Bupati Aceh Utara, Mahyuzar, untuk mencari solusi jangka panjang untuk mengatasi banjir kawasan tersebut.

Sementara itu, Kepala Hubungan Masyarakat, Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, Muslem Arraly, dihubungi terpisah mengaku belum memiliki data.

“Saya sedang himpun datanya,” katanya. (mc03)

Sumber Berita : InfoPublik.Id

Share :

Add New Playlist