Ulama Dayah Tradisional di Lhokseumawe Tulis Kitab Berbahasa Arab Setebal 400 Halaman

Foto : Dok/Istimewa

SALINDIA.ID – Lhokseumawe, Pimpinan Dayah Sirajul Muna Kota Lhokseumawe, Tgk Mulyadi M. Jamil berhasil menulis dan menerbitkan kitab berbahasa Arab dengan judul “Dhiya’ al-Hilalain ‘Ala Idhah Tafsir Jalalain” setebal 400 halaman.

Ulama muda yang juga pendakwah kondang Aceh ini mengatakan bahwa kitab yang ditulisnya ini merujuk kepada 91 kitab lainnya dan mengupas secara tematik persoalan Fikih dari Bab Thaharah hingga Fadhail Shalat.

“Kita ini juga menjelaskan i’rab, mufradat, balaghah, metode pendalilan dalam mazhab dan beberapa faedah dan Tatimmah yang berkaitan dengan kalimat-kalimat dalam bahasa Arab,” ujar Tgk Mulyadi M. Jamil, Jumat (29/9/2023).

Kitab yang dieditori oleh Ustadz Ahmad Sani, M.Ed ini diterbitkan sendiri oleh Dayah Siarjul Muna.

“Dengan membaca kitab ini, setidaknya akan membantu kita untuk memahami Tafsir Ahkam, Nahwu/sharaf, Balaghah dan metode mujtahid dalam berdalil,” kata Tgk Mulyadi menambahkan.

Meskipun begitu, Tgk Mulyadi M. Jamil merendah diri mengatakan bahwa kitab ini pasti tidak akan terlepas dari kekurangan dan kesalahan.

“Kami tunggu kritik tulus dari masyaikh dan para ulama umumnya, agar dijadikan sebagai lapangan amal kita bersama untuk lebih baik,” harap Tgk Mulyadi.

Da’i Kondang Indonesia, Ustaz Dr. Abdul Somad, Lc, MA dalam sambutannya via video menyambut baik terbitnya kitab karangan Tgk Mulyadi M. Jamil ini.

Ulama yang akrab disapa UAS ini mengatakan bahwa kehadiran kitab ini menunjukkan bahwa sejarah kembali berulang.

“Kalau dulu muslim Nusantara mengambil manfaat dengan kitab-kitab karangan ulama-ulama dari Nanggroe Aceh, maka kini muslim Nusantara akan kembali bisa mengambil manfaat dari kitab-kitab ulama Aceh seperti kitab Dhiya’ Al-Hilalain ‘ala Idhah Tafsir Jalalain karangan Tgk Mulyadi M Jamil ini,” ujar UAS.

Sambutan serupa juga disampaikan Sekjend Ikatan Sarjana Alumni Dayah (ISAD) Aceh, Dr. Teuku Zulkhairi.

Ia mengatakan sesungguhnya ulama-ulama dan santri dayah di Aceh memiliki sumber daya manusia yang sangat mumpuni dalam melahirkan karya-karya yang berguna bagi pengembangan agama dan ilmu pengetahuan.

Hanya saja, kata Zulkhairi, sumber daya ini belum diberdayakan secara meyakinkan. Zulkhairi berharap Pemerintah Aceh melalui Dinas Pendidikan Dayah Aceh dapat memfasilitasi penerbitan karya-karya ulama dan santri dayah.

“Selama ini saya sering mendapat informasi ulama-ulama Dayah dan santri yang menulis. Tapi sayangnya belum ada perhatian maksimal dari stakeholder terkait untuk menerbitkan karya-karya mereka,” ujar Zulkhairi.

Oleh sebab itu, Zulkhairi berharap ke depan agar Dinas Pendidikan Dayah Aceh dapat menjadikan penerbitan karya-karya santri atau ulama Dayah sebagai salah satu program unggulan.

“Di kampus-kampus dosen difasilitasi dan dibiayai untuk menghasilkan karya, seharusnya perhatian serupa juga diberikan untuk kalangan santri dan ulama dayah,” harap Zulkhairi. (MC 07)

Sumber Berita : InfoPublik.Id

Share :

Add New Playlist