DPMPTSP Cari Penyelesaian Masalah Dialami Pelaku Usaha

Kepala DPMPTSP Kota Langsa, Rusli Jufri, S.Sos.I, bersama peserta FGD saat berfoto bersama. FOTO MC ACEH

SALINDIA.ID – Banda Aceh, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Langsa mencari penyelesaian terhadap masalah yang dialami pelaku usaha dalam melaksanakan kegiatan usahanya, Selasa (26/9/2023).

Kepala Dinas Perindagkop dan UKM Kota Langsa, Mahlil mewakili walikota mengatakan bahwa Pemko Langsa melalui DPMPTSP menggelar Focus Grup Discussion (FGD) penyelesaian masalah dan hambatan yang dialami pelaku usaha dalam melaksanakan kegiatan usaha.

“Kehadiran kita di sini hari ini adalah bukti komitmen kita untuk bersama-sama mencari solusi atas berbagai masalah yang dihadapi oleh pelaku usaha di wilayah Kota Langsa,” ujarnya.

Pemko Langsa menyebutkan bahwa kontribusi para pelaku usaha di Kota Langsa pada kwartal pertama tahun ini melampaui target. Dari target sebesar Rp178.075.244.370 saat ini nilainya telah melampaui target mencapai Rp219.135.734.236.

“Kontribusi rekan-rekan pelaku usaha pada perekonomian sangat besar, pelaku usaha adalah tulang punggung ekonomi daerah ini, mereka menciptakan lapangan kerja, memberikan kontribusi pajak, dan berperan penting dalam pertumbuhan ekonomi kita. Namun, kita juga tidak bisa menutup mata terhadap berbagai tantangan dan masalah yang dihadapi,” sambungnya.

Pandemi COVID-19 telah memberikan dampak besar pada dunia usaha, termasuk di Kota Langsa, pihaknya yakin para pelaku usaha terpaksa menghadapi berbagai hambatan seperti penurunan pendapatan akibat perubahan perilaku konsumen, pola belanja yang telah beralih ke online dan ketidakpastian ekonomi yang tinggi.

Selain itu, masalah infrastruktur, regulasi, dan birokrasi juga bisa menjadi beban yang berat bagi pelaku usaha. sangat menghargai upaya kolaboratif kita dalam mengadakan FGD ini. Ini adalah langkah awal yang sangat penting untuk mencari solusi terbaik yang dapat membantu pelaku usaha.

“Kami mengundang berbagai pemangku kepentingan, termasuk perwakilan dari dunia usaha, pemerintah daerah, dan akademisi, untuk berbagi pemikiran, pengalaman, dan ide-ide inovatif. Dalam FGD ini, saya berharap kita dapat mengidentifikasi permasalahan yang paling mendesak dan merumuskan rencana aksi konkret untuk mengatasinya,”tuturnya. (MC 05)

Sumber Berita : InfoPublik.Id

Share :

Add New Playlist