Pemerintah Serius Memajukan Kebudayaan Indonesia

Menko PMK Muhadjir Effendy saat Pidato Pembuka Kegiatan Pekan Kebudayaan Daerah Kepulauan Riau Tahun 2023 Kota Tanjung Pinang, Kepulauan Riau pada Kamis (22/9/2023)/Foto: KemenkoPMK

SALINDIA.ID – Jakarta, Pemerintah Indonesia serius dalam melestarikan, mengembangkan, dan memajukan kebudayaan. Komitmen itu diwujudkan dengan penyediaan Dana Abadi Kebudayaan di setiap Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RAPBN).

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan tak kurang sekitar Rp2 triliun disiapkan untuk dana abadi kebudayaan dialokasikan dari APBN.

“Selama ini anggaran kebudayaan hanya disisipkan lewat anggaran pendidikan, namun sekarang sudah dialokasikan dana abadi kebudayaan lewat anggaran Pendidikan,” kata Menko Muhadjir saat menyampaikan pidato pembuka kegiatan Pekan Kebudayaan Daerah Kepulauan Riau Tahun 2023 Kota Tanjung Pinang, Kepulauan Riau pada Kamis (22/9/2023).

Lebih lanjut, saat ini posisi dana abadi kebudayaan sudah mencapai Rp20 triliun. Menko Muhadjir mengatakan anggaran dana abadi kebudayaan itu memang tidak untuk digunakan secara umum.

Namun jika pengelolaannya sudah mendapatkan manfaat, maka bisa dikembangkan untuk kebudayaan, termasuk kegiatan-kegiatan budaya di daerah. Menko Muhadjir menyampaikan bahwa upaya dan keseriusan pemerintah merupakan implementasi UU Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.

“Kegiatan ini merupakan cara kita melestarikan, mengembangkan, memajukan kebudayaan dan proses transformasi dari generasi tua ke generasi muda dari berbagai macam puncak adiluhung kebudayaan di berbagai daerah,” tegas Menko PMK.

Kebudayaan Melayu yang menjadi budaya dominan di Kepulauan Riau merupakan salah satu budaya tertua di Indonesia. Budaya Melayu memiliki kekhasan dan keanekaragamannya dari segi suku, kesenian, adat istiadat, dan juga turunannya.

Keberadaan budaya Melayu tersebar di Indonesia dan juga di Semenanjung Malaka. Sebagai kebudayaan tertua di Indonesia, maka pelestariaan, pemajuan, dan pengembangan kebudayaan harus dilakukan.

Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad menyampaikan pelaksanaan Pekan Kebudayaan Daerah Kepulauan Riau Tahun 2023 adalah ajang untuk memperkenalkan secara luas kekayaan budaya yang dimiliki daerah setempat.

Pelaksanaan pekan budaya merupakan usaha untuk memperkenalkan pada masyarakat tentang keanekaragaman budaya yang ada di Kepri, sekaligus melestarikan, dan mengembangkan budaya kepada generasi muda.

“Harapan kita ke depan, generasi emas kita (Riau) tidak hilang identitas budayanya. Oleh karena itu kita akan dukung program-program ini dan melibatkan mereka semuanya,” kata Ansar.

Kegiatan Pekan Kebudayaan Daerah Kepulauan Riau Tahun 2023 digelar pada 21-23 September 2023 dalam rangka menyemarakkan HUT ke-21 Provinsi Kepri tanggal 24 September 2023.

Dalam pergelaran pekan kebudayaan dipertunjukkan berbagai kesenian dari seluruh Kabupaten dan Kota di Kepulauan Riau. Antusiasme masyarakat Kota Tanjung Pinang semarak memenuhi Laman Taman Gurindam.

Sumber Berita : InfoPublik.Id

Share :

Add New Playlist