Wamenag Buka Seminar Nasional Revitalisasi Peran BPKH

Foto : Istimewa

SALINDIA.ID – Banda Aceh, Wakil Menteri Agama RI, H Saiful Rahmat Dasuki, mewakili Wakil Presiden RI resmi membuka kegiatan seminar nasional yang diselenggarakan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) di gedung AAC Dayan Dawood USK, Kamis (14/9/2023).

Seminar ini bertema “Berkhidmat untuk umat: Revitalisasi Peran Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) menuju pengelolaan haji yang profesional, transparan dan akuntabel.”

Hadir pada pembukaan Rektor USK Prof Dr Ir Irwan, Kepala Badan Pelaksana BPKH Fadlul Irmansyah SE MM, CIFP, AAAK, AAK, mewakili Pj Gubernur Aceh, Karo Keistimewaan dan Kesra Setda Aceh, Dr Drs Yusrizal MSi, anggota Badan Pelaksana BPKH Amri Yusuf SE AK, CA, MM, Kabag TU Kanwil Kemenag Aceh Ahmad Yani SPdI, dan tamu undangan lainnya.

Pada kegiatan itu, Wamenag ikut menyaksikan penandatanganan MoU antara BPKH dan kampus USK.

Wamenag menjelaskan dana haji selalu menjadi perhatian, karena jumlahnya yang sangat besar dan fantastis, yaitu sekitar Rp158,3 triliun menurut data BPKH hingga Juli 2023, dan diperuntukkan untuk ibadah haji yang waktunya telah ditentukan.

Kekhasan lain dana haji, katanya, yaitu memiliki tenor yang panjang, sepanjang masa tunggu jamaah haji. Apabila ada jamaah melakukan setoran awal tahun ini, dana haji tersebut baru bisa digunakan puluhan tahun mendatang saat jamaah itu hendak berangkat haji.

Apalagi, masa tunggu keberangkatan jamaah haji Indonesia saat ini paling lama mencapai 49 tahun dan rata-rata masa tunggu jamaah haji secara nasional sekitar 26 tahun.

“Karenanya, yang perlu saya tekankan adalah prinsip kehati-hatian, keamanan, transparansi, dan akuntabel dalam mengelolanya (dana haji),” ujarnya.

Wamenag menyebutkan BPKH sebagai pengelola dana haji dituntut memberikan nilai manfaat setinggi-tingginya untuk menopang penyelenggara haji yang lebih baik dan berkualitas.

Dengan perolehan nilai manfaat tinggi, BPKH dapat memberikan hasil yang lebih tinggi ke virtual account jamaah haji dan menopang pembiayaan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) setiap tahunnya.

“Di sisi lain, nilai manfaat yang tinggi akan memberikan kepercayaan calon jamaah haji untuk tidak ragu dalam mendaftar haji dan melakukan setoran awal,” ujarnya.

Selain membuka kegiatan ini, Wamenag juga memotivasi mahasiswa pada Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Mahasiswa (Diklatpim) Tahun 2023 pelopor moderasi beragama, dan bersilaturrahmi dengan jajaran Kanwil Kemenag Aceh.

Usai membuka acara ini, Wamenag kembali bergegas berangkat via Bandara SIM Blang Bintang diantar Kabag TU Ahmad Yani dan Kabid PAI Kanwil Kemenag Aceh, dan dijadwalkan akan menuju Pontianak Kalimantan Barat.(mc/01)

Sumber Berita : InfoPublik.Id

Share :

Add New Playlist