Aceh Harus Mencari Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru

Foto : Humas Pemerintah Aceh

SALINDIA.ID – Banda Aceh, Mulai tahun 2023 ini, alokasi Dana Otonomi Khusus untuk Aceh hanya 1 persen dari Dana Alokasi Umum Nasional.

Kondisi ini akan berdampak pada penurunan APBA dan APBK Kabupaten/Kota seluruh Aceh. Demikian disampaikan Penjabat Gubernur Aceh, Achmad Marzuki, Senin (21/8/2023).

Karena itu, perlu dicari sumber pertumbuhan ekonomi baru. Alternatif yang tersedia, meskipun sederhana namun berdampak besar, adalah dengan mendorong lahirnya para wirausaha baru dan menggalakkan pertumbuhan UMKM.

Gubernur mengungkapkan, ada sebuah studi yang menunjukkan, bahwa sekitar 85 persen lulusan Universitas Syiah Kuala memilih menjadi wirausaha. Data ini menjadi bukti semangat kewirausahaan sudah mulai mengakar di Bumi Serambi Mekah.

Oleh karena itu, pemerintah akan memberikan kemudahan dalam proses perizinan bagi para wirausaha, seperti melalui One Single Submission. Proses ini bisa diakses dengan mudah dan tanpa biaya tambahan.

Selain itu, penambahan alokasi Kredit Usaha Rakyat untuk Aceh yang telah meningkat menjadi Rp3,5 triliun pada tahun 2023 serta margin pembiayaan yang disubsidi, merupakan suntikan semangat bagi pelaku UMKM. Ditambah lagi dengan dukungan berupa pelatihan, bantuan peralatan kerja, pendampingan, serta fasilitasi pemberian sertifikasi halal yang juga perlu ditingkatkan.

Dirinya meyakini, jika koperasi tumbuh dengan baik, UMKM juga akan tumbuh dengan baik. Jika koperasi maju, ekonomi Aceh akan berkembang, dan angka kemiskinan terus menurun. Pemerintah memahami, persoalan yang dihadapi koperasi dan UMKM meliputi kurangnya modal, sumber daya yang perlu motivasi, dan kepercayaan masyarakat yang semakin luntur.

“Karena itu, pemerintah secara konsisten akan terus berupaya mengatasi persoalan ini melalui Dinas Koperasi dan SKPA lainnya. Tujuan kami adalah memperbaiki dan meningkatkan gerakan koperasi sehingga terus tumbuh dan berkembang dengan baik. Kami juga mengharapkan dinas terkait merancang program-program yang mendorong kemajuan koperasi di Aceh,” ungkap Gubernur.

Selain itu, Gubernur juga mengajak pemerintah kabupaten/kota mengalokasikan dana guna mendukung kegiatan gerakan koperasi dan UMKM. Langkah ini diyakini mampu mewujudkan koperasi dan UMKM yang sehat, kuat, mandiri, serta tangguh.

“Selamat Merayakan Hari Koperasi ke-76 dan Hari UMKM ke-7 tahun 2023. Semoga momentum ini mendorong kita semakin bersemangat meningkatkan peran koperasi dan UMKM di masyarakat. Mari, secara bersama kita galakkan dan bersemangat dan selalu bangga dan cinta menggunakan produk Aceh,” pungkasnya. (MC 05)

Sumber Berita : InfoPublik.Id

 

Share :

Add New Playlist