Air Irigasi Tidak Ada, Ratusan Lahan Persawahan Tidak Bisa Menanam Padi

Foto : Istimewa/InfoPublik.Id

SALINDIA.ID – Jantho, Petani di berbagai Gampong di Kecamatan Ingin Jaya dan Kuta Baro, Aceh Besar mengeluhkan irigasi untuk mengairi sawah mereka tak mengalir dalam beberapa bulan terakhir.

Irigasi kering itu membuat petani sengsara hingga tidak bisa menanam padi.

“Sudah beberapa bulan irigasi ini mati, sejak musim panen dulu hingga sekarang belum dialiri air. Kira-kira sejak pertengahan bulan april,” kata salah satu petani, Yusri, rabu (26/07/2023).

Katanya, Irigasi tersebut sumbernya dari waduk Seulimeum, Memiliki panjang hingga puluhan kilometer. Akibatnya, ratusan hektar sawah yang biasanya dialiri air dari irigasi tersebut tidak bisa ditanami padi.

“Ratusan hektar sawah yang terdampak karena matinya irigasi ini, soalnya kan ada beberapa Gampong yang dilewati, apalagi kecamatan Ingin Jaya dan Kuta Baro paling ujung, sehingga sangat sulit mendapatkan air” ucapnya.

Yusri menjelaskan, bertani merupakan pekerjaan utama warga di wilayah itu. Jadi apabila tidak bisa menanam sangat terasa berat untuk memenuhi kebutuhan. Karena padi merupakan makanan pakok. Jadi rasanya berat sekali apabila tidak bisa menanam.

“Masalahnya, masyarakat sini kan pekerjaan utamanya bertani, kalau tidak ada air seperti ini sangat membuat masyarakat sengsara, ditambah harga beras sangat mahal sekarang, apalagi dalam anggota keluarga ada beberapa jiwa, maka sangat terasa berat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari” jelasnya.

Kemudian Salah satu warga lainya, Nuraini menyebutkan keberadaan air tersebut sangat penting bagi petani di sana.

“Apabila dalam setahun itu tidak bisa menanam itu rasanya berat sekali. Karna di rumah walaupun tidak punya ikan, tapi mempunyai beras itu sangat berarti. Karena beras ini yang paling utama.” sebutnya.

Menurutnya berdasarkan informasi yang beredar jika irigasi mati karena ada beberapa aliran irigasi tersebut dalam perbaikan. Dia juga mengatakan dari pihak pemerintah juga melarang musim ini untuk menanam padi. Karena ada beberapa irigasi dalam perbaikan.

“Dari info yang bereda katanya ada perbaikan irigasi, dan dari pihak pemerintah pun melarang untuk menanam padi. Tapi kan selain melarang seharusnya dari pemerintah harus ada solusi. Karena masyarakatkan setiap hari membutuhkan beras.”

Ia juga berharap kepada pemerintah memberikan perhatian khusus kepada petani yang tidak bisa menanam padi, dan bisa segera memperbaiki irigasi yang sudah rusak tersebut.

“Katanya irigasi rusak dan dalam perbaikan. Kami sebenarnya berharap agar pemerintah segera melakukan upaya dengan keadaan seperti ini. Kasihan petani, karena sumber pendapatan selama ini yaitu dari bertani” tutupnya.

Pantau harianraktyaaceh di lapangan, ada beberapa gampong dalam kecamatan Ingin Jaya dan Kuta Baro persawahan masyarakat tidak di tanami padi. Di antaranya yaitu Gampong Gani, Bakoy, Ateuk Lueng Ie, Ateuk Anggok, Blang Iteh, Babah Jurong, Cot Cut dan Lambaet. (Mc/01)

Sumber Berita : InfoPublik.Id

Share :

Add New Playlist