Indonesia Komitmen Perkuat Kerja Sama Global untuk Terus Lawan Terorisme

SALINDIA.ID – Jakarta, Pemerintah Republik Indonesia berkomitmen memperkuat kerja sama tingkat global maupun nasional dengan semangat kolaborasi antara Pemerintah, Masyarakat Sipil, Sektor Privat, Akademisi, dan Media (Pentahelix) untuk terus melawan terorisme.

“Indonesia memiliki komitmen untuk terus melawan terorisme baik melalui penguatan kerjasama global maupun dengan menjalankan berbagai upaya pencegahan dan penanggulangan terorisme di dalam negeri yang mengedepankan nilai nilai kemanusiaan dan semangat kolaboratif dengan berbagai pemangku kepentingan,” kata Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Rycko Amelza Dahniel, dalam keterangannya terkait kunjungan kerjanya ke Kerja Sama Global untuk Terus Lawan Terorisme (UN CT Week) ke-3 dengan tema “Addressing Terrorism through Reinvigorated Multilateralism and Institutional Cooperation” di New York, Amerika Serikat pada Rabu (21/6/2023).

Dalam konferensi yang digelar oleh United Nations Office for Counter Terrorism (UNOCT) itu, Rycko mengatakan, upaya strategis BNPT dalam melaksanakan program deradikalisasi itu dilakukan dengan pendekatan halus (soft approach).

Metode itu diharapkan mampu memutus akar ideologi radikalisme dengan mengarahkan anak mitra BNPT untuk mendapatkan sekolah moderat guna mewujudkan kehidupan yang damai dan harmoni.

“Melaksanakan program pemutusan akar penyebab ideologi terorisme yang dilaksanakan dengan merangkul keluarga dan anak anak mantan pelaku teror serta menyekolahkan anak anak tersebut di sekolah sekolah islam moderat,” kata KEpala BNPT.

Menurut Rycko. upaya mengubah pola pikir (mindset) para pelaku teror dan keluarganya bertujuan untuk merubah pandangan dan budaya kekerasan yang dianut.

Upaya tersebut dilakukan melalui program-program kewirausahaan untuk meningkatkan kesejahteraan manta napiter selepas menyelesaikan masa hukuman mereka.

Senada, Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, mendorong kerja sama multilateral dan pelibatan seluruh pemangku kepentingan setiap negara dalam penanganan terorisme, dengan menjunjung tinggi nilai nilai hak asasi manusia serta aturan hukum (rule of law).

Dalam acar itu, Kepala BNPT mendapat kehormatan mengikuti prosesi peletakan bunga dalam rangka penghormatan korban dan penyintas terorisme. Prosesi ini pertama kalinya dilaksanakan di markas besar PBB.

Turut hadir mendampingi Kepala BNPT, Direktur Kerjasama Regional dan Multilateral BNPT, M Zaim A Nasution serta Dewatap RI New York, Duta Besar Hari Prabowo.

Sumber : InfoPublik.id

Foto: Biro Perencanaan, Hukum dan Humas BNPT

Share :

Add New Playlist