Masjid Berbahan Batu Giok di Aceh, Sudah Bisa Digunakan

Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, saat meninjau pembangunan Masjid Giok Nagan Raya, pada awal Januari 2021 lalu. (foto: dok Disbudpar Aceh)

Salindia.id – Pemerintah Kabupaten Nagan Raya meresmikan penggunaan Masjid Agung Baitul A’la atau yang populer disebut Masjid Giok, pada Jumat (16/9/2022).

Masjid tersebut beralamat di komplek Perkantoran Suka Makmue, Nagan Raya. Peresmiannya turut ditandai dengan salat Jumat perdana di masjid.

Bupati Nagan Raya Jamin Idham, mengatakan butuh waktu sekitar 12 tahun untuk membangun Masjid Giok ini.

“Banyak hal yang menjadi kendala, mulai persoalan lahan, minimnya anggaran dan sebagainya. Namun, semua tantangan itu dapat diatasi sehingga pembangunannya dapat diselesaikan dengan baik,” katanya.

Jamin menyebut, batu giok yang menjadi daya tarik masjid tersebut, diperoleh dari potensi alam yang tersimpan dalam bumi Nagan Raya. Batu giok ditambang di pegunungan Singgah Mata, Kecamatan Beutong.

“Pengolahannya ditangani tenaga ahli dari Tulung Agung, Jawa Timur. Sementara tempat pengolahan hanya berjarak sekitar 500 meter dari lokasi masjid,” ujarnya.

Batu giok itu digunakan untuk melapisi lantai, dinding dan tiang dalam masjid. Batu-batu tersebut punya jenis dinataranya; jadeit, nephrit dan serpentin atau black jade (giok hitam).

Jamin Idham berharap kepada pemimpin Nagan Raya ke depannya, untuk dapat melanjutkan pembangunan Masjid Giok hingga selesai dan menjadikannya Komplek Islamic Center.

Share :

Add New Playlist